BAB I PENDAHULUAN
Aplikasi
Photoshop 7.0 merupakan program aplikasi yang membantu dalam hal membuat,
memanipulasi dan mengedit gambar. Dalam penggunaan Photoshop terdapat
istilah-istilah yang mungkin jarang anda dengar, istilah istilah tersebut perlu
anda ketahui sebagai acuan untuk memahami penggunaan aplikasi Photoshop
7.0. istilah-istilah tersebut seperti
dibawah ini :
Konsep
dasar Adobe Photoshop
1. Gambar
Bitmap atau Gambar Raster yaitu gambar yang
terbentuk dari grid-grid warna.
2. Grid
yaitu elemen dasar dari sebuah gambar yang disebut pixel.
3. Pixel
yaitu
elemen gambar yang tersusun atas titik yang berbentuk bujur sangkar
4. Resolusi
yaitu
jumlah pixel per satuan luas
5. Mode
Warna yaitu warna yang akan dihasilkan dalam penggunaan canvas
dalam aplikasi ini.
6. Mask yaitu
area yang digunakan untuk mengisolasi daerah tertentu dari gambar.
7. Shortcut
yaitu
tombol-tombol pada keyboard yang digunakan untuk mengaktikan suatu tool.
Area
Kerja Adobe Photoshop
Area
kerja Photoshop 7.0 perlu kita pelajari untuk meningkatkan produktifitas kerja
anda, apalagi jika anda baru pertama
kali menggunakan aplikasi Photoshop 7.0
1. Menu Bar,
merupakan beris menu yang relatif umum didalam aplikasi windows, yang terdiri
dari menu berdasarkan topik-topik perintah tertentu.
Gambar
2.1 Menu bar
2. Option Bar,
Setiap tool mempunyai option pengaturan yang sangat spesifik, sehingga setiap
tool tertentu akan mempunyai pengaturan yang tertentu pula.
Gambar 2.2 Option
bar
3. Tool box,
untuk dapat menggunakan tiap tool yang ada dalam tool box anda dapat melakukan
klik satu kali didalam tool yang anda tuju. Segitiga hitam yang berada di sudut
kanan bawah menandakan bahwa dalam tool tersebut masih memiliki sub tool, untuk
dapat membuka sub tool yang tersembunyi anda dapat klik 1 kali dan tahan atau
anda dapat menekan shortcut yang ada pada tiap tool.
Gambar 2.3 Tool box
4. Pallet, digunakan sebagai perangkat bantu sehingga gambar bisa
diedit lebih mudah dan cepat. Palet yang ada pada Photoshop, antara lain: Navigator,
Info, Color, Swatches, Styles, History, Actions, Layers, Channels,
Paths, Paragraph, Tool Preset dan Character.

Gambar
2.4 Pallet
5. Canvas yaitu tempat yang
digunakan untuk membuat atau mengedit gambar.

Gambar 2.5 Canvas
Menyimpanan dan Membuka Dokumen Photoshop
Dokumen Photoshop
dapat disimpan dalam ekstensi PSD, langkah penyimpanan dokumen photoshop dapat dilakukan
sebagai berikut :
·
Pilih
menu file.
·
Tentukan
path (alamat dalam harddisk).
·
Beri
nama file pada File Name.
·
Klik
save
Setelah
anda menyimpan dokumen anda dalam path yang anda tentukan, dokumen tersebut
dapat anda buka dengan klik dua kali pada icon Photoshop.

BAB II OPERASI DASAR DENGAN
PHOTOSHOP.
Hasil manipulasi gambar yang
bagus pada dasarnya dibuat dengan melakukan operasi –operasi dasar dalam urutan
tertentu. Berikut adalah beberapa operasi dasar yang sering digunakan :
1. Seleksi, digunakan untuk memilih area
gambar yang akan diedit. Dengan demikian, manipulasi yang dilakukan pada gambar
hanya akan berpengaruh pada bagian yang diseleksi saja.
·
Marquee Tool:
o Rectangular
untuk membuat
seleksi berbentuk persegi panjang
o Elliptical
untuk membuat
seleksi berbentuk elips dan lingkaran
o Single Row
untuk membuat
seleksi satu baris dengan tinggi satu pixel
o Single Column
untuk membuat
seleksi satu kolom dengan lebar satu pixel
·
Magic Wand Tool
, untuk membuat seleksi otomatis pada gambar berdasarkan keadaan
warna gambar itu sendiri. Bagian gambar yang mempunyai warna sama (atau hampir
sama) akan diseleksi.
·
Lasso Tool
membuat seleksi berdasarkan gerakan mouse. Polygonal
: seleksi segi banyak. Magnetic
: seleksi berdasar gerak mouse dikombinasikan dengan warna pada
gambar.
2. Menulis, digunakan untuk
membuat tulisan pada gambar. Anda bisa menggunakan Type Tool.
·
Horizontal Type Tool
, Untuk membentuk tulisan horisontal
·
Vertical Type Tool
, Untuk membentuk tulisan vertikal
·
Horizontal Type Mask Tool
, Untuk membentuk tulisan dengan seleksi horisontal
·
Vertical Type Mask Tool
, Untuk membentuk tulisan
dengan seleksi horisontal
Untuk
memanipulasi huruf dan paragraf lebih lanjut, Anda bisa menggunakan palet Character
dan Paragraph.
3. Menggambar, digunakan
untuk membuat obyek dalam canvas yang anda buat.
·
Pencil Tool
, menghasilkan gambar seperti goresan pensil.
·
Brush Tool
, menghasilkan gambar kuas. Pilihan air brush pada option
bar membuat brush tool berfungsi seperti cat semprot. Penerapannya
pada suatu tempat secara terus menerus mengakibatkan warna semakin
banyak (menyebar) sampai pada titik jenuh (tidak adaperubahan lagi). Ukuran dan
bentuk kuas dapat diubah melalui option bar.
·
History Brush Tool
dan Art History Tool
, menghasilkan gambar bentuk kuas dikombinasikan dengan history
(langkah sebelumnya)
·
Menggambar bentuk tertentu;
o Rectangle Tool
, digunakan untuk membentuk persegi panjang
o Rounded Rectangle Tool
, digunakan untuk membentuk persegi pangang dengan sudut tumpul
o Ellipse Tool
, digunakan untuk membentuk lingkaran dan elips
o Polygon Tool
, digunakan untuk membentuk segi banyak
o Line Tool
, digunakan untuk membentuk garis
o Custom Shape Tool
, digunakan untuk membentuk bentuk kompleks
o Path : menggambar kurva vektor (bukan
bitmap) baik terbuka ataupun tertutup. Bentuk path bisa dimodifikasi lebih
lanjut dengan mengubah posisi dan arah segmen dan kait.Posisi direction
point dan direction line akan menentukan bentuk/shape yang
dihasilkan.
4. Pewarnaan, digunakan untuk meramu warna
·
Gradien Tool
, untuk memberi warna gradasi pada gambar. Warna yang digunakan
bisa diedit melalui option bar
·
Paint Bucket Tool , bisa memberi
warna atau pattern/pola pada gambar
5. Pewarnaan, digunakan untuk mencari warna yang diinginkan
6. Perpindahan, digunakan untuk memindahkan gambar atau bagian yang diseleksi.
Bisa dilakukan dengan tombol panah pada keyboard dan move tool
.
7. Transformasi, digunakan untuk mengubah posisi, ukuran atau bentuk gambar.
Modifikasi yang bisa dilakukan melalui menu Edit >> Free Transform atau
Edit >> Transform antara lain:
8. Cropping, digunakan untuk mengubah gambar berupa memotong ataupun
memperluas area dari canvas. Selain itu bisa ditentukan resolusi, panjang dan
lebar gambar yang baru pada hasil cropping. Dilakukan dengan Crop
Tool
.
9. Duplikasi. Digunakan untuk menduplikat
(menggandakan) gambar atau pattern (pola).

BAB III OPERASI PADA LAYER
Layer pallet yang digunakan
untuk menyimpan obyek pada canvas dapat kita modifikasi sesuai kebutuhan.
Operasi yang sering dilakukan yaitu :
1. New Digunakan untuk membuat
layer, membuat layer background menjadi sebuah layer yang dapat dirubah dan
membuat layer set.
2. Duplicate
layer Digunakan untuk menduplikat layer yang sedang aktif
3. Delete
layer Digunakan untuk menghapus layer pada layer pallet
4. Layer
style Digunakan untuk
memberi efek pada layer yang sedang aktif. Pilihan yang diberikan :
2. Drop
shadow à
digunakan untuk memberi bayangan pada Obyek yang ada pada layer.
3. Inner
Shadow à
dihunakan untuk memberi bayangan tapi pada bagian dalam obyek.
4. Outer
Glow à
digunakan untuk memberi efek cahaya pada bagian luar obyek
5. Inner
Glow à
digunakan untuk memberi efek cahaya pada bagian dalam obyek
6. Bevel
and Embossà
digunakan untuk memberi efek timbul pada obyek
7. Satin
à
digunakan untuk melapisi obyek dengan warna yang memunculkan perpindahan warna.
8. Color
Overlay à
digunakan untuk melapisi obyek dengan warna
9. Gradien
Overlayà
digunakan untuk melapisi obyek dengan Gradien
10. Pattren
Overlay à
digunakan untuk melapisi obyek dengan pattren
11. Stroke
à
digunakan untuk membingkai obyek dengan garis
Layer
style yang anda pilih mempengaruhi obyek yang ada dalam layer.
5. Merge
down Digunakan untuk
menyatukan layer kebawah, yang perlu diperhatikan yaitu letak kayer yang aktif
karena secara otomatis layer yang aktif akan menyatu dengan layer yang
dibawah.
6. Merge
visible Digunakan untuk
menyatukan layer yang terlihat, dalam artian layer yang tidak di hiden.
Filter
Menu filter dikelompokan dalam 14 sub menu,
sub menu tersebut adalah artistic, Blur, Brush Stroke, Distort, Noise,
Pixelate, Render, Sharpen, Sketch, Stylize, Texture, Video, Other dan Digimarc.
Untuk menggunakan filter anda dapat memilih dari menu bar filter dan pilih sesuai dengan filter yang anda inginkan.
berikut
ini panduan untuk menggunakan filter:
1. Filter
akan di berlakukan pada obyek yang diseleksi atau dalam layer.
2.
Filter yang digunakan diterapkan secara
kumulatif.
3. Semua
filter dapat diterapkan secara individu.
4. Filter
tidak dapat diterapkan pada index color.
5. Beberapa
filter hanya dapat diterapkan pada RGB color.
Semua
filter dapat diberlakukan pada gambar 8-bit,
jika anda menggunakan gambar 16-bit maka hanya beberapa filter saja yang
dapat digunakan. Untuk merubah gambar yang menggunakan 16-bit ke 8-bit anda
dapat pilih menu Image >>
Mode >> 8 bits/channel. Kita
dapat menerapkan filter kedalam sebuah layer untuk membangun sebuah efek karena
filter dapat mempengaruhi layer, maka layer harus berisi gambar atau warna .
MASK
Mask merupakan bantuan untuk
mengisolasi suatu gambar dari filter atau efek yang lain, berikut ini merupakan
langkah untuk membuat mask
1. Aktifkan
layer yang akan diberi mask (jika layer berupa background maka anda harus
melakukan double klik).
2. Klik
add layer mask pada layer pallet
3. Gunakan
brush tool atau gradien tool untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah diberi
layer mask.
Langkah untuk menerapkan
mask pada gambar yang diisolasi:
12. Pilih
layer yang telah diberi mask.
13. Klik kanan
pada area layer mask.
14. Apply
layer mask.
Setelah
anda melakukan langkah diatas maka layer mask akan disatukan dengan layer.

BAB IV
MEMBUAT OBYEK
Untuk membuat obyek rectangle, ellipse,
polygon, line dan text dapat kita gunakan tool yang disediakan pada tool box.
pada Photoshop ada berbagai macam cara untuk membuat obyek rectangle, ellipse,
line dan polygon. disini kita hanya akan membahas 2 cara yang sering digunakan
yaitu menggunakan marquee tool dan menggunakan Shape(rectangle, rounded
rectangle, ellipse, polygon, line dan costum shape).
Untuk
membuat obyek menggunakan marquee tool ada beberapa langkah :
1. Klik
marquee tool
2. untuk
marquee tool yang anda pilih akan menentukan obyek yang terbentuk.
3. Buatlah
layer baru.
4. Buat
seleksi dengan cara klik dan drag ke arah yang anda inginkan.
5. Isi
seleksi tersebut dengan paint bucket tool
Untuk
membuat obyek menggunakan shape, yang perlu diperhatikan yaitu karakteristik
obyek yang akan dibuat. Untuk memilih karakteristik obyek anda dapat melihat
pada option bar yang muncul setelah mengaktifkan shape tool.
1. Shape layer
obyek yang akan terbentuk pada layer akan
membentuk 2 lapisan, lapisan tersebut yaitu Shape (batasan mask) dan isi dari
mask yang berupa warna.
2. Path
akan membentuk obyek dengan path terlebih
dahulu, setelah terbentuk path anda dapat menggunakan klik kanan pada canvas
kemudian make selection. Kemudian isi
seleksi yang terbentuk menggunakan paint
bucket tool.
3. Sedangkan
jika kita menggunakan fill pixel
maka obyek yang terbentuk akan langsung diberi
warna sesuai foreground color, berarti tanpa path ataupun shape.
Setelah
anda memilih karakteristik dari shape yang akan dibuat, anda dapat membuat
shape dengan cara klik dan drag kearah yang anda inginkan.
Sedangkan
untuk obyek dalam bentuk text anda dapat dibuat menggunakan type tool.
Menggunakan
pallet action
Pallet
Action merupakan langkah-langkah yang disediakan oleh Photoshop untuk membuat
obyek sesuai dengan langkah yang ada.
Untuk
menggunakan Action :
·
klik panah yang terletak pada kanan atas
action pallet.
·
Pilih load action.
·
Cari path pada local disc (c:/ atau d:/)
Program File/adobe/photoshop 7.0/Presets/Photoshop Action
·
Pilihlah action yang anda inginkan.
·
Dapat anda lihat pada action pallet file
action yang anda buka tadi.
Untuk
menggunakan Action pada canvas:
·
buat canvas yang akan diisi file action.
·
Pilih action yang akan digunakan pada action
pallet.
·
Klik play selection pada action pallet
.
·
Akan secara otomatis akan terbentuk obyek
sesuai langkah dari komputer.
Untuk
membuat action anda sendiri :
·
buka action pallet.
·
Pilih panah yang terletak pada kanan atas
layer pallet.
·
Pilih new action.
·
Buatlah sebuah efek yang anda inginkan.
Untuk
membuat action yang sesuai dengan keinginan, anda harus mengetahui mana yang
akan anda rekam atau tidak dengan menggunakan stop dan begin recording pada
Action pallet.

BAB V MODE WARNA
Mode warna pada photoshop amat menentukan
pewarnaan gambar, karena jika kita menggunakan mode warna yang salah maka kita
tidak dapat menggunakan warna sesuai color picker. Kita dapat memilih dari CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black), RGB
(Red, Green, Blue), Lab Color dan Grayscale, Photosho juga meliputi mode untuk output warna yang khusus seperti Warna Indexed
dan Duotone.
Berikut ini merupakan penjelasan singkat dari Mode-mode warna yang
ada:
1.
RGB Mode
Mode warna RGB pada Photoshop memiliki suatu nilai intensitas pada
masing-masing Pixel yang berkisar antara 0 sampai 255. Sebagai contoh, suatu
warna merah terang mungkin mempunyai suatu R nilai 246, Nilai G 20, dan suatu B
nilai 50. Ketika nilai-nilai dari semua tiga komponen sama, maka warna yang
akan tampil akan menjadi warna abu-abu. Ketika ketiga nilai tersebut terisi 255
maka warna yang akan dihasilkan putih.
Jika kita menginginkan sebuah canvas yang dapat meliputi semua
warna maka yang harus kita pilih yaitu mode warna RGB.
2.
CMYK Mode
Dalam mode warna CMYK, masing masing pixel memiliki nilai
presentase yang digunakan untuk memproses tinta, nilai presentase yang kecil
akan membuat warna lebih gelap. Sedangkan untuk warna putih dihasilkan jika
kita mengisikan pada tiap nilai presentase sebesar 0%.
Kita dapat menggunakan mode warna CMYK jika kita akan menyiapkan
gambar untuk dicetak. Jika anda
menginginkan hasil yang terbaik maka anda harus terlebih dahulu mengedit gambar
pada mode warna RGB, setelah itu baru anda konversi menggunakan mode warna CMYK.
3.
Lab Color
Dalam Photoshop Mode Lab color mempunyai komponen yaitu L, A dan B
di dalam komponen tersebut kita dapat mengisikan nilai pada L yaitu 0 sampai
100, untuk komponen A kita dapat mengisi dari +127 hingga -128 sedangkan untuk
komponen B dapat kita isi dengan nilai dari +120 hingga -120.
Jika kita membuat canvas dengan mode warna LAB color, maka dapat
kita simpan dengan Large Document format (PSB), TIFF, Photoshop DCS 1.0 atau
Photoshop DCS 2.0 ataupun Photoshop PDF.
4.
Bitmap
Mode warna ini menggunakan salah satu dari dua nilai-nilai warna
untuk menghasilkan Pixel di dalam suatu gambar.
5.
Grayscale
Mode warna Grascale menggunakan nilai dari 0 sampai 255 dan
dinyatakan dalam persen. Warna yang akan dihasilkan putih, abu-abu atau hitam.
Ketika kita mengubah gambar dengan mode warna Grayscale ke mode warna RGB maka
warna yang ditampilkan akan sama, namun jika kita beri warna dalam canvas
tersebut dengan warna-warna yang lain maka warna tersebut akan ditampikan,
sesuai dengan yang kita ambil dalam color picker.
6.
Indexed Color
Mode Indexed Color akan menghasilkan 8- bit gambar yang akan
menyimpan dengan 256 warna. Jika kita menggunakan indexed color untuk mengedit
sebuah gambar akan terbatas.
I.
LATIHAN ADOBE
PHOTOSHOP
1. Membuat texture dalam gambar
- Buka gambar dengan menggunakan open pada menubar file.
- jika anda menginginkan texture dalam bagian tertentu anda dapat menggunakan seleksi untuk mengambil bagian tersebut.
- Pilih pada menubar Layer > New fill layer >Pattren.
- Dalam layer dialog box yang muncul anda dapat memberi nama pada layer yang akan dibuat.
- Ubah Opacity menjadi 20%, dan klik ok.
- Setelah anda klik ok, muncul pattren dialog box. Dalam pattren dialog box, pilih pattren sesuai keinginan anda.
- Untuk skala dari pattren yang anda pilih anda dapat merubah scale dengan mengisikan nilai yang diinginkan.
- Kilk ok.
2. Membuat bingkai
foto dengan texture.
- Buka gambar yang akan anda beri bingkai.
- jika layer yang muncul sebuah background, anda harus melakukan klik 2 kali pada layer background tersebut.
- Pilih Image > Canvas Size, setelah muncul canvas dialog box anda tambahkan 100 pixel pada height dan width. Klik ok.
- Buat layer baru dengan memilih Layer > New > Layer.
- Pastikan layer yang baru telah aktif. Pilih Edit > Fill
- Setelah muncul fill dialog box anda pilih pattren yang akan digunakan dengan mencari pada costum pattren.
- Terakhir anda gunakan Blending option > bevel and emboss.
- yang perlu anda set yaitu deep dan size, untuk deep anda isikan 300%, dan pada size anda isikan 15 px.
3. Text dalam Tulisan
- Buat canvas baru dengan width= 800 pixel, height =200 pixel, colour mode= RGB background = white.
- Gunakan type tool untuk membuat tulisan dengan ukuran 12 pt.
- Klik kanan pada layer pallet dan rasterize layer agar layer yang berisi text dapat diubah.
- Copy layer yang berisi text yang anda buat ( sesuai keinginan anda ).
- Untuk menyatukan layer yang telah di copy gunakan langkan sbb. Layer – Merge layer set. Lakukan langkah tersebut sampai text yang anda copy menjadi satu layer.
- Gunakan type tool untuk membuat tulisan dengan ukuran 58 pt dengan warna putih.
- Beri efek inner shadow dengan cara klik kanan pada layer pallet pilih blending option – inner shadow dengan ketentuan distance = 0, choke = 30, size = 5
- Buat layer baru diatas layer yang berisi text yang berukuran 58 pt.
- Pilih layer yang berisi text berukuran 58 pt lalu seleksi dengan cara tekan ctrl + klik di layer pallet.
- Pilih layer yang berisi text yang telah di merge tadi
- Tekan pilih edit – copy
- Paste pada layer 1 yang berada diatas text berukuran 58 pt.
4. Mempertajam
foto/gambar dengan filter:
- pada layer pallet pilihlah layer yang berisi gambar yang akan anda rubah.
- Jika anda hanya ingin mempertajam hanya beberapa bagian, anda dapat membuat seleksi menggunakan marquee tool.
o
Pilih Filter > Sharpen > Unsharp Mask
o
Dalam dialog box unsharp mask pastikan gambar yang anda pilih
benar
o
Drag slider amount,radius dan threshold
sesuai dengan keinginan dengan melihat preview yang tampil.
5. Displace
·
Buka 2 file gambar yang berada pada photoshop
folder Program File/adobe/ photoshop 7.0/ sampel/eagle.psd dan dune.tif).
·
Klik canvas dune.tif > select all (ctrl+a)
untuk menyeleksi satu canvas > edit > copy.
·
Buat canvas baru dengan ukuran sama dengan
canvas dune.tif (kalau anda menggunakan perintah copy maka canvas baru yang
akan dibuat akan sama dengan seleksi yang anda buat).
·
Edit > paste, save dalam folder anda
dengan nama Displace
·
Lihat ukuran canvas pada eagle.psd.
·
Klik marquee tool, buat seleksi namun
menggunakan style à
Fixed size, masukan ukuran canvas eagle.psd.
·
Edit > corp.
·
Pilih filter > distort > displace.
Dengan ketentuan horisontal scale = 100, vertical scale = 100, displacement
place = stretch to fit dan undifine area = repeat edge pixel. Klik ok
·
Pilih gambar eagle.psd, klik open.
6. Digital Circuit
- Buka file baru dengan ukuran 300 x 300 pixel, warnai background dengan warna hitam, buat layer baru
- Pilih gradient tools dan rubah option warna gradasinya menjadi warna coklat-putih (sudah tersedia pada option), lalu Tarik garis gradient dari bawah keatas
- Masih di layer yang sama kali ini tarik garis gradient dari kanan ke kiri.
- Manfaatkan Filter - Noise - Add Noise dan masukan value Amount 10, distribution Gausian Monochromatic untuk memberi filter pertama kalinya.
- Filter Kedua yang digunakan adalah Filter - Texture - Grain dan masukan value Intensity 40 Contrast 50 Grain type Clumped
- Langkah selanjutnya kita berikan filter yang nantinya akan memberikan tampilan seperti gambar pecah, ini adalah bentuk dasar dari sirkuit. Filter - Pixelate - Mosaic dan masukan value Cell Size 10
- Kemudian berikan filter find edges untuk memberikan tampilan draft sirkuit dari filter sebelumnya Filter - Stylize - Find Edges
- Untuk terakhir kalinya berikan glowing edges untuk menghasilkan warna warna digital pada sirkuit. Filter - Stylize - Glowing Edges dengan value Edges width 1, Edges brightness 20, smoothness 4.
7. Membuat tulisan berselimut plastik
- yang pertama harus anda buat adalah canvas dengan ukuran 500 x 300 pixel
- gunakan type tool untuk membuat tulisan yang anda inginkan. Dengan warna #6897BB
- buat seleksi dengan cara tekan ctrl + klik pada layer yang berisi tulisan tadi
- biarkan seleksi tadi lalu pilih channel pallet
- klik pada add layer mask di channel pallet.
- Klik filter –grausiaan blur dengan ukuran 8 pixel.
- Klik layer pallet tetapi biarkan seleksi yang ada tadi
- Beri ligtning effect dengan cara klik filter – render- lightning effect dengan ketentuan :
- Texture channel = alpha 1, light type = directional, intensity = 35 , gloss = -75, material = 100, exposure = 0, ambiance = 8 dan height = 37
- Lakukan langkah ini à Filter - Blur - Gaussian Blur - 1 pixel , Select - Modify - Contract - 1 pixel barulah hilangkan seleksi dengan langkah select – Deselect.
- Lalu beri filter dengan nama plastic wrap (Filter - Artistic - Plastic Wrap).
- Dengan ketentuan highlight strenghth = 19 , detail = 14 dan smoothness = 10.
8. Membuat teks api
- buat canvas baru dengan ukuran 500 x 400 px
- beri warna hitam pada layer background.
- Buat tulisan dengan warna putih.
- Pilih image > rotate canvas > 90 cw.
- Filter > stylize > wind
- Dengan ketentuan method = wind dan direction = form left. Klik ok, kemudian lakukan langkah ini 2 / 3 kali
- Pilih image > rotate canvas > 90 ccw.
- Filter > Blur > Grausian Blur. Dengan radius = 3 pixel.
- Image > mode > Grayscale
- Muncul perintah flatten, cancel dan don’t flatten. Kalau anda memilih flatten maka anda akan menyatukan semua layer yang ada, kalau anda memilih cancel maka tak akan dibuat grayscale dan jika anda memilih don’t flatten maka layer akan tetap pada tempatnya.
- Image > Mode > Indexed color
- Image > Mode > Color table
- Pada Dialog box Color table pilih Black Body.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar